Woww! Pria Ini Raup Omzet Rp 18 Juta/Bulan dari Bisnis Keong Sawah

Bisnis keong sawah – apa pun bisnis yang dijalankan kalau dilakukan dengan serius, tekun, kerja keras dan penuh keyakinan kemungkinan untuk berhasil cukup besar. Selain itu jeli melihat peluang dan memilih bisnis dengan tepat juga faktor pendukung kesuksesan. Misalnya memanfaatkan sesuatu yang dianggap remeh sebagian orang menjadi peluang bisnis.

Pria Ini Raup Omzet Rp 18 Juta/Bulan dari Bisnis Keong Sawah

yes, tidak sedikit orang yang sukses berbisnis dengan menjadikan sesuatu yang dianggap remeh oleh sebagian orang menjadi sebuah usaha. Contohnya keong sawah, mungkin sebagian orang menganggap remeh tutut alias keoang sawah ini sebagai makanan orang kampung. Tapi tahukah anda kalau keang sawah ini memiliki nilai jual yang cukup bagus.

Sebagaimana dilansir dari finance.detik.com, seorang pria bernama Sada Firdaus yang sukses membuka bisnis keong sawah. Pria yang bekerja selama 8 tahun sebagai Kepala Merchandiser Display (MD) di sebuah perusahaan ini mengambil risiko meninggalkan pekerjaannya dan berbisnis keong sawah.

Sada menuturkan dirinya melihat beberapa teman sekolahnya lebih sukses dari dia karena mereka usaha sendiri. Lalu dia pun kemudian tertarik untuk membuka usaha sendiri, hingga akhirnya memutuskan keluar kerja dan bisnis sendiri. Walaupun sudah punya keluarga, jadi sedikit banyak ambil risiko. Tapi kalau kita enggak berani mulai enggak akan bisa begini katanya.

Tutut alias keong sawah memang bisa menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Contohnya Sada Firdaus Dari bisnis tutut, Sada bisa mendapatkan omzet hingga Rp 18 juta per bulan.

Dalam bisnis ini, Sada berperan sebagai distributor. Dia menjual keong sawah itu ke pedagang keliling, hingga ke rumah makan. Baca juga: Pria asal Taiwan Kantongi Rp 88 juta per bulan dari Bisnis Kecoak

Selain itu, dia memilih bisnis keong sawah lantaran lokasi rumahnya di kawasan yang banyak tersebar keong sawah.

“Di tempat kami Tajur Halang, Bogor itu potensial karena banyak setu, banyak rawa. Awalnya saya sempat lihat teman juga, tapi dia pengembangannya kurang. Kalau saya kan paham internet, jadi saya jualan di internet. Ternyata banyak hubungi, pedagang-pedagang tutut sampai pedagang gerobak banyak yang hubungi,” katanya.

Degan pemasaran melalui internet tersebut, Sada lalu menjual tututnya dengan hitungan per kilogram. Per kilo tutut mentah miliknya dijual dengan harga kisaran Rp 8.500-9.000 untuk yang telah dipotong.

“Per kilo, kalau yang sudah dipotong itu Rp 8.500- Rp 9.000, kalau saya kan distributor. Di pasar Rp 12.000-an yang saya tahu kalau mau beli kiloan yang sudah dipotong cangkang. Kalau yang belum dipotong saya jual Rp 6.500,” katanya.

Dari situ, Sada mengaku dapat menjual tutut sebanyak 1,2 hingga 2 ton per bulannya. Dari bisnisnya itu, dia mengaku bisa membiayai keluarganya lebih sejahtera dibanding sebagai pekerja.

“Awalnya juga saya sulit untuk jalanin bisnis, saya merasa titik nol dulu. Tapi sekarang alhamdulillah bisa mencukupi hidup,” jelasnya.

Lebih lanjut dia bercerita, memulai bisnis tutut tak memerlukan modal yang besar. Hanya dengan dengan uang Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta, bisnis sudah bisa dimulai. Modal itu untuk memberi perlengkapan menangkap tutup hingga memberi upah kepada warga yang membantu menangkap.

“Kalau tutut itu enggak besar, paling 500 ribu sampai Rp 1 juta. Karena kita hanya butuh pencari di setu, lalu kembangin lagi untuk beli serokan, dan keberanian untuk turun ke sawah. Saya juga cari sendiri awalnya di sawah-sawah,” jelasnya.

Walau begitu, bisnis yang dijalani Sada bukan tanpa kendala. Menurutnya kendala utama tutut adalah masalah cuaca. Di musim hujan, air di sawah maupun setu akan meluap dan menyulitkan dalam mencari tutut.

Namun, bagi Sada situasi seperti itu merupakan tantangan yang harus dia hadapi sebagai pengusaha. Intinya, kata Sada, bisnis keong sawah atau lainnya ialah harus memiliki niat yang kuat dan pantang menyerah.

“Yang penting berani memulai dan memiliki niat yang baik, selain itu harus juga dibarengi dengan usaha yang keras. Pasti ada jalannya,” pungkasnya.

Itulah ulasan singkat tentang Sada Firdaus, Pria yang berhasil Raup Omzet Rp 18 Juta/Bulan dari Bisnis Keong Sawah. Mungkin anda baru kepikiran setelah membaca artikel ini kalau keong sawah ternyata bisnis yang menggiurkan. Demikianlah semoga bisa menginspirasi kita semua dalam menciptakan ide bisnis baru.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *